Usaha Penyamakan Kulit Garut Terhambat Pasokan Bahan Baku

Kamis, 07 Desember 2017 | 22:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
usaha penyamakan kulit di Garut

INDOPOS.CO.ID - Mendengar nama Garut yang terlintas dalam benak langsung pada makanan dodol yang cukup fenomenal. Namun, siapa tahu kalau Garut menjadi sentra industri produk kulit.

Bukan hanya barang berupa jaket, tas, sepatu, dompet sampai gesper dan sudah terkenal sampai mancanegara, Garut menjadi pusat industri mikro penyamakan kulit. Tapi di balik itu, bahan baku masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha rakyat itu. 

Abdul Khalik, pengusaha penyamakan kulit di kampung Lampegan, Desa Sukaregang, Kecamatan Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengeluh sulit mendapatkan bahan baku.

Menurut dia, pasokan kulit domba dan sapi untuk disamak sering kurang padahal permintaan pasar semakin meningkat setiap tahun. Akibatnya, permintaan pasar tersendat dan usaha mereka ikut terhambat.

"Mulai bulan Rajab (dua bulan sebelum ramadan) sampai selesai Idul Fitri selalu kurang," kata dia kepada Indopos saat kunjungan nasabah BSM, Kamis (7/12).

Selain itu ia juga mengeluhkan pemasaran kulit hasil penyamakan untuk tingkat lokal makin menurun. Kulit hasil penyamakannya justru lebih laku di luar Jawa. "Lebih banyak pesanan dari Kalimantan dan Sulawesi," kata dia

Koordinator dari 30 anggota kelompok penyamak kulit ini juga mengakui promosi menjadi ‘batu sandungan’ untuk memasarkan kulit bahan dari hasil penyamakan. Masalah ini ikut menghambat bisnis ini untuk berkembang.

"Permodalan sudah aman karena ada BSM, tapi promosi kami masih menjadi kendala," ungkap Abdul.

Dengan harga jual kulit siap pakai mencapai Rp 8500 untuk ukuran 20 x 20 cm, bisnis tersebut masih cukup menjanjikan. Dengan minimal kemampuan memproduksi 100 lembar perhari selama tiga bulan maka sudah akan mampu memberikan penghasilan yang cukup.

"Omzet bisa Rp 120 juta perbulan, dan itu sudah cukup. Hanya kadang pasokan bahan saja yang jadi hambatan," katanya. (sla)

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%