Kematian Bahrun Naim Misterius

Polri Masih Dalami

Selasa, 05 Desember 2017 | 11:18
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bahrun Naim. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Kabar kematian petinggi organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia, Bahrun Naim sampai kini belum bisa dipastikan. Mabes Polri mengaku tengah menunggu informasi yang akurat dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Atase Kepolisian di Turki. "Jadi sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah saudara BN (Bahrun Naim) itu tewas atau tidak," ujar Kabag Penerangan Umum Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Senin (4/12). 

Selama ini, kabar kematian BN baru diketahui melalui informasi yang beredar di media sosial. Namun apakah informasi itu benar-benar akurat, sampai kini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman. "Sampai saat ini, belum ada fakta yang mengatakan bahwa saudara BN telah tewas. Tapi bila nanti kita mendapatkan kabar yang lebih akurat tentu akan kita sampaikan," tandasnya. 

Sampai saat ini polisi masih terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kabar kematian gembong teroris tersebut. "Kita kan bekerja sama dengan Kemenlu dan beberapa akses-akses polri lainnya di luar negeri misalnya dengan Atase Kepolisian," pungkas dia.

Yang pasti, dari pendeteksian Polri terakhir kali BN dideteksi berada di wilayah Suriah. ”Ada sejumlah kesaksian yang memastikan hal tersebut,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar di sebuah grup aplikasi WhatsApp yang menyebut Bahrun Naim tewas dalam sebuah serangan. Bahrun disebutkan meninggal dunia pada 30 November.  Bahrun Naim diketahui pernah ditangkap Densus 88 pada 2010 karena menyimpan senjata api dan amunisi dari seorang buron kasus terorisme. 

Bila benar BN tewas, tentu akan sangat mempengaruhi kondisi di Indonesia. Pasalnya, diketahui BN diduga berada di balik sejumlah aksi teror belakangan ini di antaranya, aksi teror Thamrin Jakarta Pusat pada awal 2016, pabrik bom Majalengka pada akhir 2016, dan rencana aksi teror akhir tahun.

Berbagai peran dilakukan BN seperti penyandang dana, inisiator hingga mengajarkan cara pembuatan bom. Polri juga sempat menyebutkan bahwa BN ini ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) yang melakukan upaya propaganda dan merekrut anggota ISIS asal Indonesia.

Bahrun juga pernah disebut-sebut sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merekrut sejumlah teroris dari Indonesia. Dari sejumlah pemberangkatan calon anggota ISIS yang berhasil digagalkan diketahui, BN menjanjikan gaji besar untuk WNI yang mau bergabung dengan ISIS. Bahkan, BN juga diketahui mengirimkan uang untuk bisa mendatangkan WNI ke wilayah perang Suriah dan Irak tersebut.

Dia juga sering mengajarkan cara membuat bom melalui grup-grup telegram internal teroris. Bahrun juga sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Santoso sendiri tewas saat terlibat baku tembak dengan aparat TNI saat digelarnya Operasi Tinombala. (ydh/idr)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%