Polres Bangkalan Tangkap Pembunuh Sopir Online

Minggu, 03 Desember 2017 | 17:50
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TAK MENYANGKA: Maryamah menangis melihat anaknya terbujur kaku di ruang pemulasaraan RSUD Syamrabu, Bangkalan, Selasa (28/11). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID – Perburuan terhadap pelaku pembunuhan sopir taksi online menemukan titik terang. Aparat kepolisian berhasil menetapkan seorang pelaku sebagai tersangka. Dia adalah Sinal, warga Desa Jukong, Kecamatan Sukolilo, Bangkalan.

Awalnya, Sinal bertemu dengan seorang saksi berinisial Ab di utara Samsat Kenjeran. Sinal meminta tolong order mobil melalui aplikasi Uber milik Ab. Selanjutnya, Ali Ghufron, 23, warga Kedinding Lor, Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya, datang. Saat itu Sinal langsung masuk ke mobil Avanza yang disopiri Ali. Mereka menuju Madura.

Dengan demikian, sopir taksi online yang juga mahasiswa Fakultas Tarbiyah, STAI Taswirul Afkar, itu mengantarkan sesuai dengan tujuan pelaku. Namun, pelaku memiliki rencana lain untuk mengusai harta sang sopir.

Dengan kejam pelaku menggorok leher korban dengan menggunakan senjata tajam. Korban pun tewas dengan leher nyaris putus. Setelah itu, jenazah korban dibuang di pinggir jalan raya. Selanjutnya, pelaku menggasak dompet, handphone, dan mobil Avanza milik korban. Setelah itu melarikan diri.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengaku, telah mengamankan empat orang di rumah pelaku. Setelah dilakukan pengembangan, tiga orang lainnya tidak terlibat. Polisi tidak menemukan alat bukti petunjuk untuk menyeret tiga orang itu. Karena itu, mereka hanya dijadikan sebagai saksi.

”Saat dilakukan penangkapan kami berhasil mengamankan empat orang. Setelah dipilah, hanya satu yang ditetapkan tersangka. Yang lain cuma berada dirumah pelaku saat dilakukan penangkapan,” terangnya Sabtu (2/12).

Pria berusia 23 tahun itu belakangan diketahui sebagai sopir taksi online. Diduga kuat Ali Gufron yang masih bertunangan itu sebagai korban perampokan. Sebab, kendaraan korban dibawa kabur oleh pelaku.

Sabtu sore  (25/11), Ali Gufron berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat kerja sebagai sopir taksi online. Dia berangkat menggunakan Avanza silver tahun 2017. Minggu pagi (26/11) sekitar pukul 06.00, dia ditemukan tewas di persawahan di pinggir Jalan Raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Korban mengalami luka parah di bagian leher dan nyaris putus.

Maryamah, ibu Ali Gufron, Minggu (26/11) sudah mencoba menghubungi nomor seluler anaknya. Tidak ada respons. Dia juga menanyakan kepada rekan kerja dan teman-temannya. Tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan Ali.

Terungkapnya identitas korban menjadi pijakan polisi untuk melakukan pengembangan. Rencananya, Ali Gufron bakal menikah tahun depan dengan tunangannya. Korban merupakan tulang pungggung keluarga.

Korban merupakan mahasiswa angkatan 2012. Delapan bulan terakhir bekerja sebagai sopir taksi online. Dia membeli mobil Avansa warna silver dengan cara dicicil.                      (mr/bam/luq/bas/JPR)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
33%
Marah
Marah
67%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%