Dua Perencana Teror Polres Dharmasraya Ditangkap

Sabtu, 18 November 2017 | 08:14
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
JADI ARANG: Mapolres Dharmasraya saat terbakar. Foto: Padang Ekspres

INDOPOS.CO.ID- Densus 88 Anti Teror menangkap dua terduga teroris perencana aksi teror pada Polres Dharmasraya. Kedua terduga teroris berinisial S,27, dan GR,24 ditangkap Senin (13/11) lalu. GR merupakan motivator yang mendorong EFA, eksekutor aksi teror pembakaran polres.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, GR alias Gundul itu ditangkap di sebuah tempat parkir sekolah menengah atas (SMA) di Jalan Srisudewi, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Muara Bungo, Jambi. ”Keterlibatan GR ini cukup banyak,” terangnya.

Setidaknya ada tiga peran yang dilakukan GR dalam aksi yang meluluhlantahkan gedung Polres Dharmasraya, yakni mengetahui rencana aksi teror, merencanakan aksi teror dan bahkan memotivasi EFA untuk tidak ragu dalam menjalankan aksi. ”Dia motivator yang mencuci otak EFA agar mau melakukan aksi teror,” tuturnya.

Untuk S alias Umar yang ditangkap di Jalan Lingkar Bandar, juga memiliki peran yang besar dalam aksi teror dengan modus pembakaran tersebut. Yakni, melakukan pembelian busur dan anak panah secara online, menyediakan tempat latihan memanah, menembak dengan senapan angin serta latihan fisik. ”Lokasi latihannya di perkebunan karet tempat S bekerja,” jelasnya.

S juga menjadi salah satu orang yang memberikan masukan untuk rencana menjalankan aksi teror. Setyo menuturkan, S ini statusnya merupakan buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO)  sejak akhir 2015. ”Dia juga terlibat dalam aksi teror ”Konser Ujung Tahun” di Pekanbaru. Keduanya dipastikan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD),” tegasnya.

Dari kedua pelaku yang masih hidup diketahui bahwa target serangan itu tidak hanya Polres Dharmasraya. Namun, ada juga Mako Brimob Pamenang dan Polsek Payakumbuh. ”Targetnya tiga itu,” papar mantan Wakabaintelkam tersebut.

Setyo mengatakan, Densus 88 Anti Teror memiliki waktu tujuh kali 24 jam untuk memeriksa keduanya. ”Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui adakah pelaku lainnya,” jelasnya.

Untuk dua eksekutor aksi teror selain EFA, Densus 88 Anti Teror juga telah mengetahui satu pelaku lainnya. Yakni, ES, 25. ”Eksekutor kedua ini tinggal di Desa Nilo Dingin, Lembah Masurai, Jambi. ”Masih pengembangan terus,” ungkapnya.

Dalam penangkapan terhadap S dan GR ditemukan sejumlah barang bukti, diantaranya busur dan anak panah, serta sejumlah buku dan CD film dokumenter sejarah. (idr/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%