Awas, Petugas PDAM Gadungan Berkeliaran

Selasa, 14 November 2017 | 21:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Grafis (Rizky Janu/Jawa Pos)

INDOPOS.CO.ID - Jangan mudah percaya jika ada orang yang datang dan mengaku-aku petugas PDAM. Sebab, belakangan ini di Surabaya sedang marak aksi penipuan dengan menyaru petugas PDAM. Selama sebulan ini, setidaknya tiga orang menjadi korban.

Christianto Wiyono adalah salah seorang yang nyaris menjadi korban. Warga Petemon II Nomor 109 Surabaya itu bercerita, Jumat lalu (10/11) rumahnya didatangi dua orang tak dikenal. ”Mereka ngakunya orang PDAM. Saat itu, yang membukakan gerbang pembantu saya,” ucapnya.

Salah seorang langsung menuju ke arah keran di pojok kanan halaman rumah. ”Dia bilang, begini lho caranya membuka keran,” lanjutnya. Dia lantas mengajak sang pembantu rumah tangga itu mengobrol. Rupanya, obrolan tersebut bertujuan mengalihkan perhatian. Sebab, pintu gerbang masih terbuka.

Saat itulah satu orang lainnya masuk ke dalam rumah. ”Orang yang masuk rumah itu memakai jaket abu-abu dan topi,” jelas Christianto. Petugas PDAM gadungan tersebut bahkan hendak masuk ke dalam kamar. Kebetulan, saat itu Christianto sedang tidur di kamar tersebut. Begitu mendengar suara pintu terbuka, dia terbangun. Melihat Christianto bangun, orang tak dikenal itu menutup pintu kamar, lalu pergi. Beruntung, tidak ada barang berharga maupun uang yang hilang.

Menurut dia, dua hari setelah insiden tersebut, rumah nomor 9 juga disatroni beberapa orang yang mengaku petugas PLN. Info yang beredar, pemilik rumah mengalami kerugian materi cukup besar. Jawa Pos sempat mendatangi rumah yang masih berada di kawasan Petemon itu. Rumah bercat krem tersebut milik Atak Hadi Utomo. Pria 65 tahun itu sedang tidak berada di rumah. Koran ini lantas menggali informasi dari Polsek Sawahan.

Kepada polisi, Atak mengaku kehilangan barang-barang berharga dan uang tunai. Total nilainya ditaksir Rp 50 juta. ”Kejadiannya Minggu pagi (12/11),” terang Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi.

Haryoko menuturkan, saat itu ada empat orang tidak dikenal yang mendatangi rumah korban. Satu orang mengaku petugas PLN. Korban lantas diajak mengecek meteran dan instalasi listrik. Satu orang masuk rumah dan dua orang berjaga di luar pagar.

Haryoko mengaku sudah mengantongi identitas pelaku yang beraksi di Petemon. Sebab, aksi mereka terekam CCTV (closed circuit television). Dia kini berkoordinasi dengan sejumlah polsek untuk melacak para pelaku. ”Aksi mereka sangat meresahkan,” ujar Haryoko. Dia mengimbau warga tidak mudah percaya pada orang asing. Apalagi mengizinkan mereka masuk ke rumah. ”Warga perlu antisipasi,” tegasnya.

Kasus di Petemon bukan yang paling besar. Lim Maria Viany Liman, warga Lebak Jaya III, Tambaksari, malah kebobolan Rp 150 juta. Pencurian oleh petugas PDAM gadungan itu terjadi pada 31 Oktober lalu.

Ceritanya hampir sama dengan versi Christianto dan Atak. Dua pelaku berbagi peran. Satu orang pura-pura mengecek meter air dan satu orang lagi masuk rumah saat perhatian Maria teralihkan. Bandit lincah itu lantas mencongkel pintu lemari dengan benda mirip obeng. Dia mengambil satu kotak perhiasan berisi 10 kalung emas, 12 gelang emas bayi, empat cincin emas, dan dua berlian. Setelah beraksi, pelaku berpamitan pulang dengan sopan. Karena itu, Maria tidak menaruh curiga sama sekali. Dia baru sadar setelah dua pelaku tancap gas.

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno menyatakan, pelaku tergolong bandit yang mahir. Pasalnya, mereka menjalankan aksinya dengan tenang. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan. Tapi, belum ada hasil yang menggembirakan. Polisi dengan satu melati di pundak itu kesulitan lantaran susahnya menggambarkan ciri-ciri khusus pelaku. Pihaknya kini juga berkoordinasi dengan Polsek Sawahan. ”Barangkali ada kecocokan, langsung kita tangkap,” ujarnya. (han/mir/c6/oni)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%