Simpatisan ISIS Masuk dari Bitung, Ditangkap di Manado

Selasa, 14 November 2017 | 09:26
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID- Simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berhasil masuk ke Sulut. Simpatisan yang diketahui asal Lebak, Provinsi Banten, berinisial AM alias Abu Musaf itu diamankan di Pelabuhan Manado, Sabtu (11/10), pukul 09.00. AM diringkus tim intelijen gabungan Kodam XIII/Merdeka, Lantamal VIII dan Lanudsri Manado.

Seperti dilansir Manado Post (INDOPOS GROUP), AM berencana akan menyeberang via Pelabuhan Manado menuju Tahuna, Kabupaten Sangihe. Selanjutnya menuju Marawi, Filipina. Usai ditangkap, AM diamankan di Pangkalan Angkatan Laut.

Menurut Asisten Intelijen Kodam XIII/Merdeka Kolonel Inf Eko Prayitno, informasi awal didapat sejak Jumat pekan lalu. “Kami mendapat informasi ada terduga simpatisan ISIS akan menyeberang ke Marawi, Filipina via Pelabuhan Manado,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Ganip Warsito setelah mendapat informasi tersebut, langsung memerintahkan intelijen bergerak mencari keberadaan AM. “Jumat dia belum kami temukan. Namun, kami sepakat melanjutkan pencarian esok harinya (Sabtu, Red),” lanjut Prayitno.

Saat Sabtu (11/11), pencarian difokuskan ke kapal hingga perahu nelayan yang melintas dan akan berangkat. Ketika petugas berada di salah satu kapal cepat, ada oknum yang gerak-geriknya mencurigakan. Petugas pun memeriksa dan mengamankannya ke Pangkalan Angkatan Laut. Ternyata dia AM, simpatisan ISIS.

“Saat diperiksa sesuai prosedur yang berlaku, personel menemukan bukti-bukti yang cukup, berupa identitas yang bakal dipakai dia ketika berada di Filipina nanti,” beber Prayitno.

Selanjutnya, Minggu (12/11), intelijen gabungan TNI menyerahkan AM ke Direktorat Intelijen Polda Sulut. “Saat di Polda, Brimob juga sudah bergabung,” katanya.

Perjalanan AM cukup panjang untuk tiba di Sulut. Berdasarkan pengakuan AM, dia menggunakan transportasi laut. “Awalnya dia naik kapal dari Lebak, Banten menuju ke Makassar. Dari Makassar dia kembali naik kapal menuju Pelabuhan Bitung. Tiba di Bitung, dia melanjutkan perjalanan dengan angkutan darat menuju Pelabuhan Manado. Belum sempat menginjak Tahuna, dia sudah diamankan intelijen,” jelasnya.

Terpisah, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, saat dikonfirmasi menyebutkan AM sudah diamankan. “AM ini simpatisan. Dia hanya kenal seseorang di Filipina sana. Mau diajak jihad di sana. Hanya lewat internet saja,” beber Waskito didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Lanjut mantan Kapolda Jawa Barat itu, informasi kedatangan AM datang dari Filipina. Kemudian informasi itu diteruskan ke TNI yang ada di Jakarta dan Sulut. “Melalui koordinasi tersebut, akhirnya jajaran TNI berhasil menangkapnya. Saat ini AM sudah diserahkan ke Densus Mabes Polri untuk pengembangan,” sebut jenderal bintang dua itu.

Menurut Waskito, Polda Sulut pun masih melakukan Operasi Aman Nusa di daerah perbatasan NKRI (Sangihe, Talaud, Sitaro) dengan Filipina. “Personel Polri juga sudah ditambah untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris pasca kejadian Marawi, Filipina,” tandasnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan jika AM sudah diamankan Tim Densus 88 Antiteror. “AM akan bergabung dengan kelompok ISIS di Marawi. Dia juga mengakui bahwa dia merupakan simpatisan ISIS,” kata Wasisto dikutip dari akun facebook resmi Divisi Humas Mabes Polri. “Saat ini AM sudah sampai ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Wasisto, mantan Kapolsek Kapolsek Bitung Tengah (sekarang Polsek Maesa). (JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%