Teroris Sumbar Anak Seorang Polisi?

Selasa, 14 November 2017 | 09:02
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
OTOPSI: Polisi membawa jenazah terduga teroris Sumatera Barat dengan menggunakan ambulans. Foto: Padang Ekspres

INDOPOS.CO.ID-Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi menjelaskan, saat ini proses penyelidikan terhadap terduga teroris terus berjalan dan masih melengkapi data-data para pelaku.

”Memang proses masih berlangsung ditangani DVI dan Densus 88. Terkait salah seorang pelaku anak polisi, kami masih kumpulkan data,” terang Syamsi. 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (INDOPOS GROUP), kedua jenazah terduga teroris asal Jambi telah menjalani proses otopsi dari tim dokpol Bhayangkara. ”Kedua jenazah telah dilakukan autopsi untuk perlakuan selanjutnya dan hasil otopsi diserahkan kepada Densus 88,” ucap Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polda Sumbar, Komisaris Polisi Tasrif saat ditemui Padang Ekspres di RS tersebut, Senin (13/11).

Kedua jenazah masing-masing berinisial EFA, 24 dan SU, 24, dibawa menggunakan dua ambulans dari Dharmasraya dengan pengawalan Brimob dan Densus 88. Kedua jenazah sampai di RS Bhayangkara pada Minggu (12/11) sekitar pukul 17.30.

”Sesampai ambulan di RS ini, kami langsung melakukan proses otopsi hingga pukul 22.00. Hasilnya sudah kami serahkan,” ujarnya. Sejauh ini, tambah dia, kedua jenazah belum didatangi pihak keluarganya di RS Bhayangkara Polda Sumbar.

Sementara itu, sampai kemarin, tim Inafis Polda Sumbar terlihat sibuk meneliti setiap lokasi kebakaran atau melakukan identifikasi TKP. Hal sama juga dilakukan tim Laboratorium Forensik  (Labfor) Medan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Roedi Yoelianto menegaskan bahwa pelayanan tetap jalan. ”Kita mendirikan kantor-kantor darurat dengan memanfaatkan bangunan-bangunan yang sudah ada seperti lapangan tenis, lapangan bulutangkis dan lainnya,” ujar dia.

Pihaknya juga terus mengemangati jajarannya agar tidak patah semangat atas peristiwa tersebut. ”Intinya, seluruh aktivitas akan segera berlangsung, karena pelayanan masyarakat tidak boleh terganggu,” ucapnya.

Di sisi lain, upaya Polri mengetahui identitas dua terduga teroris pembakar Polres Dharmasraya menemukan fakta mengejutkan. Salah seorang pelaku berinisial EFA diduga anak dari seorang anggota polisi berdinas di Polres Muarobungo, Jambi. Untuk memastikannya, Polri akan melakukan tes DNA.

Informasi menyebutkan, orangtua EFA berinisial MN merupakan anggota kepolisian berpangkat Iptu. Setelah diperlihatkan foto-foto terduga pelaku yang beredar, MN mengakui bahwa salah satu terduga pelaku yang berambut panjang merupakan kandungnya.

Anaknya itu berinisial EFA. Namun, anaknya tersebut sudah tidak tinggal serumah dengannya dan tinggal dikontrakan di Jalan Damar, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Bungo, Jambi. Terduga pelaku tinggal bersama istrinya berinisial EH, 30, dan seorang anaknya. Profesi EFA merupakan pedagang es tebu. Dalam informasi itu juga disebutkan bahwa keluarganya meminta maaf atas perbuatan anaknya.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, memang identitas dari pelaku sudah diketahui, namun saat ini masih didalami untuk memastikannya. Apakah benar salah satu pelaku itu anak dari anggota kepolisian. ”Belum pasti semua itu,” jelasnya. (r/atn/tno/yon/cr15/nia/g/roy/st/e/cr17/cr19/ita/jpg)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%