Turun, Tahun Lalu 793 Penderita DBD

Meski 2017 Tiap Pekan Bertambah, Menyerang 521 Orang

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:53
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Korban jiwa demam berdarah dengue (DBD) di Pekanbaru, Riau, terus bertambah. Sepanjang 2017 ini setidaknya sudah ada tiga warga Kota Bertuah meninggal akibat diserang penyakit melalui gigitan nyamuk Aides Aigepty itu.

Tiga warga yang meninggal tersebut berada di Kecamatana Senapelan yang meninggal Maret lalu, di Kecamatan Limapuluh pada Juni dan pada September di Kecamatan Marpoyan Damai.  Tak hanya korban jiwa, penderita DBD setiap pekannya terus bertambah. Pada pekan 39, sebanyak 521 warga Pekanbaru yang terserang penyakit tersebut tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Helda S. Munir menyebutkan, jumlah penderita pada pekan 39 bertambah sebanyak 12 orang. Di Kecamatan Senapelan satu orang, Rumbai Pesisir satu orang, Bukit Raya empat orang, Marpoyan Damai empat orang, Pekanbaru Kota satu orang dan di Kecamatan Payung Pekaki satu orang.  "Penderitanya sebanyak 521 orang, tiga di antaranya meninggal dunia," ungkap Helda, Rabu (11/10).

Sementara penderita DBD secara keseluruhan tersebar di Kecamatan Sukajadi 21 orang, Senapelan 35 orang, Pekanbaru Kota 21 orang, Rumbai Pesisir 25 orang, Rumbai 34 orang, Limapuluh 27 orang, dan Sail 11 orang,

Kemudian di Kecamatan Bukit Raya 80 orang, Marpoyan Damai 62 orang, Tenayan Raya 72 orang, Tampan 75 orang dan Kecamatan Payung Sekaki 52 orang.  " Terbanyak berada di Kecamatan Bukit Raya, sedang yang terendah di Kecamatan Sail dengan 11 orang,"papar Helda.

Kendati setiap pekan penderita bertambah, Helda S Munir mengklaim jumlahnya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu pada pekan yang sama berjumlah 793 orang. Saat ini, kata dia, pihaknya terus melakukan berbagai cara untuk menekan DBD di Pekanbaru.

Di antaranya melakukan sosialisasi gerakan satu rumah satu kader juru pemantau jentik (Jumantik) di 12 kecamatan di Kota Bertuah, sosialisasi pembuatan lavitrap, dan fogging. "Pencegahan awal seharusnya dimulai dari lingkungan rumah," paparnya

Kadiskes juga meminta masyarakat rutin melakukan 3 M plus dan menggelar gontong royong secara berama membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal. "Kita minta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah. Menekan penderita DBD ini harus dilakukan secara bersama-sama, antara pemerintah dan masyarakat," jelasnya.

Terakhir dia mengimbau apabila ada anggota maupun pihak keluarga dengan ciri-ciri terserang DBD agar segera membawa ke Puskemas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis. "Terkadang masyarakat menganggap terserang DBD hanya demam biasa saja, sehingga penanganannya sering terlambat. Jika ada yang menderita agar secepat membawa ke Puskesmas terdekat," pinta Helda (*3/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%