Ya Ampun, Virus Rabies Serang Otak Sentia Resa

Kamis, 12 Oktober 2017 | 09:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DIRAWAT: Sentia Resa, bocah yang terjangkit virus rabies saat menjalani perawatan di kamar isolasi ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Selasa (10/10). Foto: ABDU SYUKRI/Rakyat Kalbar

INDOPOS.CO.ID-Kesehatan Sentia Resa kian memburuk. Bocah perempuan lima tahun itu terjangkit virus rabies, setelah digigit anjing yang dipelihara orangtuanya sendiri.

Bali, 49, dan istrinya Yuliana Sewan, 43, hanya bisa pasrah melihat kondisi Sentia yang kian memburuk. Pihak keluarga hanya bisa berharap ada keajaiban atas kesembuhan Sentia.

”Malam ini kondisinya makin memburuk,” ujar Abi Kusno, paman Sentia kepada Rakyat Kalbar (INDOPOS GROUP) via telepon selularnya, Rabu (11/10) malam.

Menurut Abi, sejak malam sebelumnya, kondisi keponakannya sudah kritis. ”Batuknya sudah bercampur darah. Tadi siang kami coba panggil Pastor untuk mendoakan kesembuhannya,” sambung Abi.

Plt Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius membenarkan apa yang dikatakan Abi. Dia mengatakan, pasien dari Sunsong tersebut datang dengan kondisi sudah parah. Menurut diagnosa dokter, Sentia positif rabies dan sudah menyerang ke otaknya.

”Menurut anamnesa, sudah tiga minggu kena gigitan kedua. Kata bapaknya (pasien, red) dua, tiga hari kemarin baru memburuk dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Henry.

Henry menjelaskan, saat datang ke rumah sakit kondisi Sentia sudah semakin menurun, karena sudah radang otak. Tim RSUD Sekadau berusaha semaksimal mungkin merawat pasien agar stabil.

”Mau dirujuk ke RSUD dr Soedarso Pontianak, tapi agak berat. Kondisinya semakin memburuk. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak RSUD Soedarso dan diminta memperbaiki kondisinya di Sekadau dulu,” jelasnya.

”Kami juga tidak bisa banyak menolong, karena memang kondisinya sudah terlambat sekali. Berbeda jika awalnya digigit anjing, langsung diberikan vaksin antirabies (VAR), mungkin bisa menolong ,” sambung Henry.

Bila baru saat ini diberikan vaksin antirabies (VAR), kata Henry, menurut dokter sudah terlambat sekali. Namun tim RSUD Sekadau masih menangani pasien untuk bantuan hidupnya.  ”Tergantung kondisi pasien. Kalau bertahan kondisinya membaik. Tapi kalau pasien tidak mampu, ya memburuk,” jelasnya.

Henry menegaskan, tim medis RSUD Sekadau fokus penanganan pada pasiennya. Mereka juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terhadap kondisi tersebut. Kendati demikian, pihak RSUD berupaya maksimal dalam merawat pasien.

”Mengingat kondisi pasien saat ini. Kami berikan pilihan kepada keluarga, karena kondisi napas saja sudah tidak bagus, kami maksimalkan perawatan di rumah sakit melihat perbaikannya,” ungkap Henry.

 

Henry juga mengimbau masyarakat, apabila terkena gigitan anjing agar segera melapor agar bisa ditangani. Dia juga meminta masyarakat proaktif dan tidak membiarkan terlalu lama bila terkena gigitan anjing.

Sentia Resa harus dirawat intensif di ruang isolasi perawatan anak RSUD Sekadau sejak Selasa (10/10) pagi. Bocah perempuan ini sakit setelah digigit anjing di rumahnya, dua pekan lalu.

”Saya lupa tanggal pastinya. Tapi anak saya itu digigit anjing sekitar dua minggu lalu,” tutur Bali, ayah kandung Sentia dijumpai Rakyat Kalbar di ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Selasa (10/10) sore. (RK/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%