Sukoharjo Targetkan IKM Naik 80 persen

Rabu, 13 September 2017 | 20:39
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ratna Utarianingrum

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Sukoharjo menargetkan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri naik 80 persen melalui pemanfaatan program e-Smart IKM. Program yang dikembangkan mulai tahun 2017 tersebut diyakini mampu membuka akses perluasan pasar bagi produk-produk nasional sehingga akan lebih dikenal konsumen dan mudah melakukan transaksi.

 
“Dengan e-Smart IKM, diharapkan produk-produk asli Indonesia yang berkualitas akan membanjiri pasar perdagangan online,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin Ratna Utarianingrum di sela kegiatan Workshop e-Smart IKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/9/2017).
 
Menurut Ratna, kegiatan workshop yang terlaksana pada tanggal 12-13 September 2017 ini bertujuan untuk menyosialisasikan program e-Smart IKM serta berbagai kebijakan dan fasilitasi Kemenperin yang selama ini dilakukan dalam memacu produktivitas dan daya saing IKM di seluruh Tanah Air. Sasaran utama Kemenparin adalah meningkatkan kemampuan para pelaku IKM lokal dalam berbisnis melalui sarana e-Commerce.
 
“Peserta workshop e-Smart IKM yang dilaksanakan ini sebanyak 50 IKM, antara lain penghasil produk jamu, kosmetik, gitar, lurik, sarung goyor dan tatah sungging. Mereka semuanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo,” tuturnya.
 
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan mengatakan, industri di Sukoharjo cukup banyak baik dalam skala kecil, menengah maupun besar.
 
“Adanya program e-Smart IKM dari Kemenperin ini sangat bagus dalam membantu dalam pengembangan daya saing IKM di Sukoharjo, termasuk mengenalkan produk-produk khas Sukoharjo di pasar nasional dan internasional melalui online,” ujarnya.
 
Selanjutnya Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, pelaku IKM dalam negeri agar tetap memberikan kualitas yang terbaik pada hasil produknya untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama jika dipasarkan melalui online.
 
"Beli barang di online kan bagus di mata, tetapi kualitas tidak terlihat. Kalau sudah menjadi pemain di e-commerce, mereka harus menjaga kepercayaan pasar,” ujarnya. 
 
Apalagi, saat ini banyak produk asing yang beredar di pasar digital Tanah Air, sehingga produk lokal harus lebih berdaya saing tinggi.
 
Oleh sebab itu, lanjut Gati, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya untuk pengembangan IKM nasional agar mampu bersaing di tengah kompetisi global yang semakin ketat. “Langkah strategis tersebut, antara lain melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri, pengembangan kualitas produk, standardisasi, serta fasilitasi mesin dan peralatan produksi,” paparnya.
 
Gati mencontohkan, pelaksanaan restrukturisasi mesin dan peralatan guna meningkatkan kapasitas produksi dan penggunaan teknologi terbaru bagi pelaku IKM. Program ini diterapkan melalui skema pemberian potongan harga sebesar 25-30 persen.
 
“Sedangkan untuk mendapatkan akses permodalan, pelaku IKM juga didorong agar memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, LPEI dan insentif lain,” imbuhnya.
 
Gati optimistis pelaku IKM Sukoharjo memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo, jumlah IKM sebanyak 17.111 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 156.419 orang pada tahun 2012-2016.  (jaa)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%