Pemprov Kalteng Ingin Orang Dayak Jadi Dokter

Rabu, 13 September 2017 | 14:58
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menginginkan agar mahasiswa kedokteran adalah orang-orang yang memang dari Kalteng. Alasannya, agar setelah lulus Fakultas Kedokteran (FK), mereka bisa tetap mengabdi di Kalteng, bukan ke luar Kalteng. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akan kembali melakukan kerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR).

"Mengenai kerja sama dengan UPR, saya sudah katakan kepada Plt Sekda dan Pak Rian Takudung agar segera ditindaklanjuti dan dibuat perjanjian kerja sama kembali," ujar Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dalam silaturahmi bersama dengan tokoh adat di Istana Isen Mulang, Minggu (10/9).

Dikatakannya, setelah permasalahan yang terjadi, ada iktikad baik dari pihak UPR, khususnya rektor. Wakil Rektor UPR Bidang Kerja Sama Prof Danes Jaya Negara juga sempat mendatangi gubernur."Saya melihat rektornya menanggapi dengan baik dan mengerti pesan gubernur. Demi kemajuan UPR bersama rektor yang baru, karena Pak Ferdinand tidak mencalon lagi. Saya sangat mendukung kemajuan UPR," ucapnya.

Selain itu, dirinya sebagai dewan penyantun, menginginkan UPR menjaga keragaman yang ada. Sebab, dengan begitu UPR akan maju dengan pesat. "Kami ingin menjaga orang-orang Dayak bisa menjadi dokter. Dari 50 hingga 70 persennya agar berasal dari orang tidak mampu dan dari Dayak. Untuk 30 persen sisanya terserah. Kami ingin memunculkan dokter asli Kalteng dengan dana APBD. Agar jika mereka selesai kuliah, kembali dan bekerja di Kalteng, bukan di daerah lain," urainya.

Dikatakannya, selama dirinya menjabat sebagai gubernur Kalteng, perbaikan UPR harga mati untuknya, termasuk pembangunan gedung. Sebab, UPR dari dulu melahirkan orang-orang hebat, tetapi bangunannya seperti itu-itu saja.

Menanggapi permintaan gubernur Kalteng itu, Dekan Fakultas Kedokteran UPR Dr Triawanti MKes mengatakan, seharusnya tidak hanya kedokteran saja yang didukung pemerintah, tetapi juga lainnya. “Jika ingin membangun sumber daya manusia (SDM) bukan cuma dokter, harusnya semua keahlian. Sehingga jika ingin bekerja sama dengan universitas, semuanya harus didukung, jadi bukan hanya kedokteran,” ucapnya, Selasa (12/9).

Lebih lanjut, terkait permintaan gubernur tersebut, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan mempelajarinya. Karena, semuanya ada aturan dari kementerian, tentang penerimaan mahasiswa baru. Pihaknya juga akan menyampaikan ke kementerian bahwa ada kebijakan dari gubernur.

 “Kita akan komunikasikan dengan kementerian, untuk kita perjuangkan keinginan itu. Jadi memang harus ada pemberitahuan ke pusat bahwa ada kebijakan pemerintah seperti ini, kita upayakan,” kata dia. (uni/aza/c3/bud/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%