Mau Sholat, Tangan Warga Nyaris Putus Disambar Buaya

Minggu, 10 September 2017 | 14:25
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Salabiah (30) warga Soekarno Hatta RT 03 Singa Gembara Sangatta Utara, Kutim, Kaltim, disambar buaya hingga tangan kanannya nyaris putus.

Buaya yang mencoba memangsa istri Mukmin (40) itu cukup besar, lebar badan setengah meter dengan panjang tiga meter.

Ibu dari tiga anak ini mengalami luka yang sangat serius. Tulang tangan remuk. Nyaris putus.

Muka dan badannya terluka dalam akibat tarikan buaya muara yang diketahui memiliki badan hijau kekuningan tersebut.

Kejadian mengerikan ini bermula saat korban hendak menjalankan salat subuh, pukul 04.50 wita. Ia menuju sungai di belakang rumahnya untuk mengambil air menggunakan gayung.

Saat itu alam masih terlihat petang. Hanya suara jangkrik yang bersahutan. Belum ada aktivitas berarti yang dilakukan masyarakat setempat. Dengan pedenya, korban memasukkan gayung ke dalam air.

Saat gayung menyentuh air, makhluk berdarah dingin tersebut langsung menyambar dengan ganasnya. Tepat di lengan kanan.

Korban tersungkur kedalam air. Ia ditarik ke dalam teras pencucian. Kemudian diseret lagi menuju hilir sungai.

Ia terseret tiga meter lari lokasi kejadian. Seretan terhenti lantaran tubuh korban tersangkut pohon besar yang melintang di sungai. Korban langsung berteriak sekeras kerasnya.

Tetangga korban bernama Sana (50) mendengar hal itu. Sana langsung menolongnya. Begitupun suami korban. Beruntung, nyawa istri tercintanya tersebut tertolong. Buaya melepaskan gigitannya.

"Saya pukul pakai kayu beberapa kali, dan Alhamdulillah dilepas. Buaya kabur. Istri langsung dibawa ke rumah sakit sekira pukul 06.00 wita," kata Mukmin menjelaskan.

"Alhamdulillah masih bisa kami tolong. Tetapi sudah takdir, istri saya luka berat. Tangan dan mukanya terluka parah," sambung Mukmin.

Hingga tadi malam korban berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudugga. Ia dilarikan kerumah sakit sekira pukul 06.00 wita untuk mendapatkan perawatan intensif. Korban dioperasi.

"Masih dijahit di RSUD. Habis ini mau dirujuk ke SOHC. Mudah-mudahan saja tidak apa-apa," tambah perwakilan Tagana Dissos Kutim, Muhammad Albar. (dy)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%