Walikota Samarinda Gandeng Walikota Balikpapan di Pilgub, Ini Reaksi Golkar Kaltim

Minggu, 13 Agustus 2017 | 07:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
CALON GOLKAR: Rita Widyasari. Prokal

INDOPOS.CO.ID-Sementara itu, Pengarah Tim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Partai Golkar Kaltim Sarkowi V Zahry menilai, tak ada masalah dengan pertemuan Walikota Samarinda Gandeng Walikota Balikpapan yang sepakat maju Pilgub Kaltim bagi partainya. Menurut dia, konsolidasi politik yang dilakukan Walikota Samarinda Jaang-Rizal justru membuat pilgub tahun depan bakal semakin ramai dan antusias.

 

Rakyat Kaltim, ujar dia, bisa banyak opsi untuk memilih pemimpinnya. Semakin berkualitas kandidat yang mencalonkan diri semakin bagus pesta demokrasi di Benua Etam. “Saya melihat itu sebagai komunikasi politik. Kalau ada kecocokan dan berpasangan sah-sah saja. Toh jika berpasangan selama niatnya untuk memajukan daerah itu bagus,” ujar Sarkowi.

Jago dari Golkar, yaitu Rita Widyasari, sebut dia, tidak akan terganggu dengan komunikasi politik yang tengah dibangun Jaang-Rizal. Golkar Kaltim tetap menjalankan sistem dan target politik yang sudah disusun menuju pilgub.

Sistem itu seperti memastikan 10 bakal calon wakil Rita sebagai gubernur melakukan sosialisasi. Mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan. Tiga kandidat wakil terbaik bakal diserahkan ke DPP Golkar. Tiga nama bakal mengikuti survei elektabilitas jika dipasangankan dengan bupati Kutai Kartanegara itu. Apapun hasilnya kader bakal menerima.

“Semua lawan di pilgub bagi kami berat. Namanya bertarung tidak pandang dia wali kota, bupati, atau tokoh. Semua tidak kami anggap remeh,” ujar ketua Fraksi Golkar di DPRD Kaltim itu. 

Senada, politikus Golkar lain, Dahri Yasin, menilai pertemuan Jaang-Rizal bukan merupakan hal yang tabu. Keduanya tengah melakukan pertemuan untuk mencari kecocokan. Namun, bukan berarti membuat langkah partai berlambang pohon beringin itu memenangi pilgub semakin sulit. Sebab, bukan berarti Syaharie Jaang sebagai wali kota Samarinda membuat semua suara di Kota Tepian menjadi miliknya. Begitu pula Rizal Effendi di Balikpapan.

“Begitu juga sebaliknya Ibu Rita di Kukar. Belum tentu semuanya ke Ibu Rita. Hitung-hitungan politik tidak serta-merta. Di pilgub, rakyat menilai rekam jejak, visi, misi, dan program,” ujar Dahri.

Dia menegaskan, Golkar Kaltim tidak terganggu dengan komunikasi politik yang tengah dibangun Jaang-Rizal. Beringin tetap menjalankan sistem yang tengah dibangun. Ketua DPD Golkar Kaltim tetap menjadi calon gubernur dari Golkar.

Sementara itu, wakil sampai saat ini masih diperebutkan oleh 10 nama. Mereka masih melakukan sosialisasi ke DPD Golkar kabupaten/kota. Tiga terbaik bakal diserahkan ke pusat dan diambil salah satunya untuk dicalonkan bersama Rita.

“Kita tunggu saja siapa yang bakal digandeng Ibu Rita nanti sebagai wakil. Mereka semua sama-sama kuat dan punya kapasitas, pilihan terbaik dari yang terbaik,” jelasnya. (*/hul/*/him/rom/k8/KALTIM POST/JPG)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%