Sungai Mentaya Bakal Dikeruk

Senin, 20 Maret 2017 | 22:28
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
HINDARI KANDAS: Alur Sungai Mentaya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, bakal dikeruk karena mengalami pendangkalan.

INDOPOS.CO.ID – Usulan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terhadap rencana pengerukan alur Sungai Mentaya, direspons positif Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi mengatakan, pengerukan bisa dilakukan melalui sharing anggaran dengan PT Pelindo III sebagai operator pelabuhan.

”Nanti akan kita lihat. Kita akan sharing dengan Pelindo, karena pada dasarnya alur itu akan kita serahkan pada operator semuanya. Nanti, di sini akan kita lihat berapa biayanya dan akan kita bicarakan bersama Pelindo,” kata Budi, Sabtu (19/3) lalu.

Menurutnya, saat ini Sungai Mentaya memiliki tiga titik kedangkalan. Di antaranya di kawan muara alur, Desa Serambur, dan di kawasan pos TNI AL. Pengerukan alur sungai perlu dilakukan untuk menghindari kandasnya kapal yang masuk ke titik tersebut.

Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri menambahkan, pihaknya juga akan membawa usulan pengerukan alur Sungai Mentaya ke pemerintah pusat sesuai imbauan Menteri Perhubungan. Untuk bisa memastikan pemerintah pusat agar menginvestasikan anggaran untuk melakukan pengerukan alur, pihak pemerintah daerah harus melakukan pemaparan.”Ini sekaligus untuk meyakinkan pemerintah pusat menanamkan investasi atau Pelindo bisa langsung turun tangan menangani permasalahan di Kotim untuk lancarnya arus pelayaran di Sungai Mentaya,” jelasnya.

Pengerukan sebelumnya pernah diusahakan beberapa kali. Terakhir dilakukan pada 2015. Akan tetapi, hal tersebut belum cukup memperdalam alur sungai yang dangkal. Kedalaman rata-rata Sungai Mentaya saat ini hanya sekitar 6 meter.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Fadlian Noor mengatakan, dangkalnya alur Sungai Mentaya berpengaruh terhadap aktivitas transportasi di Sungai Mentaya. Pasalnya, jika alur sungai surut, kapal akan terlambat sampai ke pelabuhan yang mencapai 11-25 jam.

Hal itu merupakan masalah serius. Sebab, tidak hanya kapal penumpang yang memasuki pelabuhan di Sampit, tetapi juga kargo dan kontainer yang membawa berbagai produk serta komoditas perdagangan. Karena itulah, pihaknya berharap pengerukan alur sungai dapat dilakukan. ”Semoga dana APBN bisa dikucurkan untuk kelancaran alur perairan Kotim, karena ada dua titik yang tidak bisa kita tangani dengan dana APBD dan kami siap sharing,” pungkasnya. (sei/ign/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%